Minggu, 08 Agustus 2010

Judul Tesis Matematika

JUDUL TESIS PERTAMA
A. Judul Tesis
IMPLIKASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN BELAJAR BERBASIS MASALAH TERHADAP DAYA SERAP DAN KETRAMPILAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Studi Eksperimen di SMA Negeri 2 Mataram)
B. Permasalahan dan Rasional Pemilihan Masalah
Pembelajaran matematika dapat dilihat melalui evaluasi pada akhir pembelajaran sehingga dapat dikembangkan perubahan yang terjadi pada siswa tersebut. Dengan merujut pada perubahan pada siswa, guru dituntut untuk memiliki metode mengajar yang tepat dan bervariasi dalam proses pembelajaran matematika. Persoalan belajar sangat bervariasi objek permasalahannya baik secara intern maupun secara eksternal, permasalahan tersebut membutuhkan solusi dari berbagai pihak baik guru maupun pihak instansi terkait serta pihak-pihak pemerhati pendidikan sehingga siswa mampu menyelesaikan persoalan baik secara individu maupun secara kelompok. Salah satu contoh persoalan yang nampak misalnya siswa kurang memahami materi pembelajaran baik itu pemahaman konsep maupun dalam menyelesaikan soal-soal khususnya soal-soal matematika.
Pembelajaran matematika di sekolah cukup memungkinkan siswa untuk berperan aktif dalam memecahkan permasalahan kehidupan sehari-hari sehingga membutuhkan suatu konsep matematika yang secara sistematis, salah satunya siswa dituntut untuk memahami kondisi yang konkrit dikaitkan dengan kehidupan nyata. Pengembangan penguasaan konsep matematika sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengembangkan keterampilan berarti proses pembelajaran lebih difokuskan pada keterampilan intelektual dari pada materi pembelajaran.
C. Metode
Penelitian Eksperimen
D. Dosen Pembimbing


JUDUL TESIS KEDUA
A. Judul Tesis
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN OPEN-ENDED TERHADAP KETRAMPILAN, MOTIVASI DAN PEMECAHAN MASALAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Studi Eksperimen di SMP Negeri 7 Mataram)
B. Permasalahan dan Rasional Pemilihan Masalah
Proses pembelajaran itu sendiri sebagai suatu faktor internal yang amat menentukan kualitas pendidikan. Salah satu aspek yang penting dalam mengembangkan pribadi individu adalah pengembangan sikap belajar untuk mewujudkan pribadi yang tidak saja menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam alih ilmu dan teknologi yang begitu cepat terjadi, tetapi juga dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi bakat dan minatnya menjadi pribadi yang kreatif dan berintegritas tinggi yang terus menerus dapat mengelola dirinya dalam perubahan yang cepat terjadi dalam masyarakat, terlebih pada displin ilmu matematika.
Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari jenjang pendidikan dasar, selain sebagai sumber dari ilmu yang lain juga merupakan sarana berpikir logis, analis, dan sistematis. Sebagai mata pelajaran yang berkaitan dengan konsep-konsep yang abstrak, maka dalam penyajian materi pelajaran, matematika harus dapat disajikan lebih menarik dan sesuai dengan kondisi dan keadaan siswa. Hal ini tentu saja dimaksudkan agar dalam proses pembelajaran siswa lebih aktif dan termotivasi untuk belajar. Untuk itulah perlu adanya pendekatan khusus yang diterapkan oleh guru.
Selama ini rendahnya hasil belajar matematika siswa lebih banyak disebabkan karena pendekatan, metode, atau pun strategi tertentu yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran masih bersifat tradisional, dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pola pikirnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Akibatnya kreatifitas dan kemampuan berpikir matematika siswa tidak dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itulah guru perlu memilih cara mengajar atau pendekatan yang dapat membantu mengembangkan pola pikir matematika siswa.
Paradigma baru pendidikan lebih menekankan pada peserta didik sebagai manusia yang memiliki potensi untuk belajar dan berkembang. Siswa harus aktif dalam pencarian dan pengembangan pengetahuan. Kebenaran ilmu tidak terbatas pada apa yang disampaikan oleh guru. Guru harus mengubah perannya, tidak lagi sebagai pemegang otoritas tertinggi keilmuan dan indoktriner, tetapi menjadi fasilitator yang membimbing siswa ke arah pembentukan pengetahuan oleh diri mereka sendiri. Melalui paradigma baru tersebut diharapkan di kelas siswa aktif dalam belajar, aktif berdiskusi, berani menyampaikan gagasan dan menerima gagasan dari orang lain, kreatif dalam mencari solusi dari suatu permasalahan yang dihadapi dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
C. Metode
Penelitian Eksperimen
D. Dosen Pembimbing

JUDUL TESIS KETIGA
A. Judul Tesis
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIFE TIPE JIGSAW TERHADAP MOTIVASI, KETRAMPILAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP (Studi Eksperimen di SMP Negeri Mataram)
B. Permasalahan dan Rasional Pemilihan Masalah
Prestasi belajar siswa merupakan salah satu konsentrasi dalam kegiatan pembelajaran, dalam upaya meningkatkannya guru selalu menemui berbagai macam permasalahan yang cukup kompleks, salah satunya kejenuhan siswa dalam belajar matematika. Mengatasi kejenuhan siswa belajar matematika membutuhkan adanya kreatifitas guru dalam menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran. Lemahnya minat siswa belajar matematika karena siswa menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Untuk itu, perlu ada inovasi proses pembelajaran disesuaikan dengan metode pembelajaran yang ada. Proses pembelajaran perlu diterapkan dengan berbagai macam metode sehingga mampu membekali ketrampilan belajar untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana karakteristik pembelajaran kontekstual dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, untuk itu perlunya kita mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh antara penerapan pembelajaran kontekstual dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan metode konvensional terhadap keaktifan siswa, serta mampu mencapai ketuntasan belajar siswa.
C. Metode
Penelitian Eksperimen
D. Dosen Pembimbing


1 Pengembangan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematika siswa SMA melalui Pembelajaran dengan Transactional Reading Strategy 1. Kemampuan dasar matematika yang harus dimiliki siswa adalah: (1) memahami dan menerapkan konsep, prosedur, prinsip, teorema, dan idea matematika, (2) menyelesaikan masalah matematik, (3) bernalar matematik, (4) melakukan koneksi matematik, (5) komunikasi matematik.

2. Siswa sering melakukan miskonsepsi pada penyelesaian masalah matematika, hal ini disebabkan karena salah membaca atau memaknai teks matematika. Salah satu alasan mengapa sulit membaca teks matematika adalah bahwa teks mengharuskan siswa untuk mengingat kembali atau menemukan semua informasi, definisi, teorema atau notasi berhubungan dengan konsep yang sedang dibaca.
3. Siswa akan memperoleh komprehensi matematika dengan lebih baik ketika mereka mampu membaca, menulis, dan memahami bahasa matematik. Ketidakmampuan membaca matematika menjadi salah satu penyebab kesulitan siswa memecahkan persoalan-persoalan matematika.
4. Salah satu stategi dalam memahami teks matematika adalah dengan Transactional Reading Strategy.
Bentuk Penelitian : Eksperimen.
Subyek Penelitian:
Siswa kelas XI IPA SMA Stella Duce 1 atau SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

2 Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Bilangan Bulat Siswa SD Kelas V melalui berbagai jenis permainan 1. Siswa akan belajar jika mendapat motivasi. Motivasi bisa berasal dari diri siswa atau melalui rangsangan dari luar, misalnya melalui sebuah permainan. Persolannya bagaimana agar siswa termotivasi untuk belajar, bukan karena tuntutan orang tua dan guru.

2. Materi bilangan bulat, termasuk operasi hitung dan penggunaannya dalam pemecahan masalah seperti menentukan akar sederhana, menetukan KPK dan FPB, merupakan materi aljabar dasar yang harus dikuasai siswa sehingga dalam konsep atau topik berikutnya tidak ada kesulitan
3. Banyak jenis permainan yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam penguasaan kompetensi Bilangan Bulat, seperti Ular Tangga, Monopoli, Model kartu remi, model kartu domino ,dll)
Bentuk Penelitian : Eksperimen.
Subyek Penelitian:
Siswa kelas V SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta.

3 Peningkatan Kemampuan Matematis Siswa dengan Perbedaan Prestasi melalui Lembar Kerja Siswa 1. Setiap siswa mempunyai keunikan sendiri dalam belajar matematika dan masing-masing mempunyai prestasi matematika yang berbeda.

2. Agar semua siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuannya tanpa terganggu dengan pembelajaran klasikal maka siswa perlu mendapat porsi yang berbeda dalam belajar matematika sesuai kemampuan akademik masing-masing.

3. Salah satunya bisa diberikan lembar kerja siswa (LKS) yang berbeda pada beberapa kelompok siswa. Siswa yang mempunyai kemampuan matematis lebih diberikan LKS yang berbeda dengan siswa dengan kemampuan matematis kurang.
Bentuk Penelitian : Eksperimen.
Subyek Penelitian:
Siswa kelas VII SMP Stella Duce 1 Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar